Presiden Prabowo Subianto Ajak Rusia Bekerja Sama Dalam Berbagai Sektor

Berita Trend Indonesia – Seperti yang kita tahu, saat ini pemerintah sedang berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian negara dan menyejahterakan seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai informasi bahwa saat ini negara Indonesia juga telah mempunyai cita-cita untuk menjadi negara maju Indonesi Emas 2045.

Diketahui, terdapat berbagai syarat dan ketentuan untuk menjadi negara maju, syarat dan ketentuan tersebut meliputi pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang tinggi, rendahnya tingkat pengangguran, rendahnya angka kemiskinan, tata kelola instusi yang baik, dan penguasaan IPTEK.

Diketahui, saat ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk dapat mewujudkan cita-cita menjadi negara maju, upaya yang telah dilakukan tersebut tertuang dalam program unggulan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Program unggulan yang berhasil berjalan hingga saat ini ialah program Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), renovasi sekolah dan digitalisasi pendidikan, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan pembangunan kampung nelayan yang berkelanjutan.

Program unggulan tersebut dijalankan dengan menggunakan berbagai sumber dana, yakni seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan bantuan kerja sama dari sejumlah pihak.

Tidak sampai disitu saja, melainkan saat ini pemerintah terus melakukan edukasi dan mengajak para pengusaha dari berbagai negara untuk turut melakukan investasi di negara Indonesia.

Baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto telah mengajak kalangan pengusaha asal negara Rusia untuk melakukan investasi di negara Indonesia.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Forum Ekonomi Timur atau Eastern Economic Forum (EEF) ke-11. Prabowo menjadi tamu kehormatan utama EEF ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia.

Presiden Prabowo Subianto mengaku bahwa saat ini negara Indonesia telah membuka pintu lebar-lebar untuk bekerja sama dengan negara Rusia dalam berbagai sektor, seperti sektor industri, energi, dan ekonomi.

Dalam agenda kerja sama tersebut, Presiden Prabowo Subianto mempunyai target bahwa industri kolaborasi Indonesia-Rusia akan meraih keberhasilan dalam menjangkau pasar ASEAN dan pasar Internasional.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, negara Indonesia adalah negara yang kuat dan saat ini Indonesia telah mempunyai Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang berperan khusus dalam hubungan kerja sama internasional antar suatu negara.

Berdasarkan data di lapangan, maka dijelaskan bahwa Danantara telah mempunyai reputasi yang bagus serta pencapaian yang memuaskan untuk negara Indonesia.

Beberapa capaian Danantara saat ini ialah meliputi mengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga mencapai US$ 1.000 miliar, membawa Indonesia menduduki peringkat kelima terbesar di dunia dalam dana kedaulatan negara, meningkatkan Return On Asset (ROA) secara signifikan hingga 300 persen pada periode pertama, dan mampu menjalin hubungan kerja sama dengan 11 mitra global melalui Memorandum of Understanding (MoU) dengan nilai sebesar Rp 346 triliun.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, Danantara mampu menjadi jembatan sekaligus pondasi utama pasar modal serta tujuan Strategis Rusia dan Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan, Danantara dan sovereign wealth fund Rusia, Russian Direct Investment Fund atau RDIF, dapat bergerak dari sekadar mengidentifikasi peluang menuju pembiayaan proyek-proyek yang layak secara finansial

 

Kerja Sama Sektor Energi

PLTU Batu Bara PT Paiton Energy Gandeng UGM dalam Peningkatan Efisiensi dan Ketahanan Energi - Pendirian Perusahaan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan bahwa dalam waktu dekat kita akan bekerja sama dengan Rusia dalam sektor energi.

Kerja sama tersebut digelar dengan tujuan meningkatkan ketahanan energi nasional, meningkatkan produksi minyak dan gas, menggelar pembangunan infrastruktur energi berkelanjutan, dan menggelar program pembangunan energi bersih, ramah lingkungan, dan khususnya selaras dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Sustainable Development Goals (SDGs).

Bahlil Lahadalia menjelaskan, kerja sama ini tidak boleh berhenti pada komitmen. Tindak lanjutnya harus konkret, terukur, menghadirkan investasi dan transfer teknologi, serta memberikan nilai tambah bagi industri nasional dan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Bahlil Lahadalia, saat ini negara Indonesia telah mempunyai beberapa titik blok migas, dan terdapat puluhan titk migas yang ditawarkan kepada investor asing jika memang mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang.

Bukan semata-mata hanya mencari keuntungan saja, melainkan tawaran kerja sama tersebut juga bertujuan agar negara Indonesia dapat banyak belajar dengan negara maju tentang pengelolaan energi yang baik, teknologi, dan pemanfaatan energi nuklik guna tujuan perdamaian.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah berharap agar negara Rusia dapat segera menerima tawaran kerja sama dengan Indonesia dalam berbagai sektor, khususnya sektor energi berkelanjutan.

Related posts